Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

9 Tips Menemani Anak dalam Menggunakan Internet

Teknologi sangat berdekatan sekali dengan kehidupan kita, tidak terkecuali untuk anak-anak. Zaman dahulu, anak-anak lebih sering bermain lompat tali, gundu, petak umpet, atau layang-layang berbeda dengan sekarang dimana anak-anak pada usia taman kanak kanak sudah dapat memainkan gadget. Bahkan memasuki sekolah dasar, anak-anak fasih berselancar di dunia maya. Sebenarnya tidak selamanya dunia maya berpengaruh buruk pada perkembangan anak.

Apabila anda sebagai orang tua dapat membimbingnya dan mengarahkan ke arah positif, banyak sekali yang didapatkan dari perkembangan dunia maya. Internet dapat menjadi salah satu media yang memberikan nilai edukatif yang positif. Melindungi anak-anak di Internet bukan hanya tentang memasang filter konten. Dibutuhkan rencana proaktif yang mencakup semua perangkat yang bisa mengakses Internet. Anda dapat mencari semua perangkat internet yang mampu untuk jejak konten yang tidak pantas.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat anda ambil ketika menemani anak menjelajah dunia maya :
1.   Kendalikan semua password administrasi komputer di rumah anda. Tanpa password yang diketahui  oleh anak anda, sehingga anak akan meminta izin untuk mengakses internet dan anda dapat membatasi penggunaannya.

2.   Gunakan software penyaringan untuk memblokir konten yang tidak pantas (seperti pidato kebencian, rasisme, konten dewasa dan permainan yang tidak pantas) berdasarkan kategori usia. Perlu diingat, konten filtering software saja tidak akan melindungi anak-anak ketika berseluncur di dunia maya, akan tetapi peranan anda untuk sebagai orang masih sangat dibutuhkan.

3.   Hindari kamera video pada PC dan menonaktifkan built-in perangkat pada laptop (berkonsultasi dengan panduan manual komputer Anda). Hal ini untuk menghindari beberapa penyimpangan yang terjadi di dunia maya, apabila akan menggunakannya sebaiknya anda memberikan waktu.

4.   Jika anak anda berusia remaja dan menggunakan situs jejaring sosial sebaiknya anda meninjau apa yang anak anda posting (baik pribadi dan halaman publik).

5.   Sangat penting bahwa anda berbicara dengan anak Anda tentang risiko dalam penggunaan internet. Beritahu anak-anak Anda tidak pernah memposting informasi pribadi secara online dan tidak pernah bertemu orang secara pribadi bahwa mereka telah bertemu secara online.

6.   Sebisa mungkin komputer berada di suatu ruangan umum seperti ruangan kerja atau ruang keluarga yang bisa dipakai bersama-sama, jangan letakan komputer di kamar pribadinya sehingga memudahkan anda untuk memonitornya.

7.   Bekerjasama dengan ISP. Apabila memungkinkan anda dapat bekerja sama dengan penyedia layanan internet (ISP), salah satunya dapat membantu anda dalam mengontrol penggunaan akses anak-anak anda pada situs situs tertentu, bahkan beberapa software parental control dapat anda gunakan secara gratis.

8.   Maksimalkan Browser Anda. Jika ISP tidak memiliki kemampuan seperti yang diuraikan diatas, maka  anda masih dapat menggunakan pilihan lainnya. Misalnya dengan menggunakan Internet Explorer, anda dapat memilih program Content Advisor  yang dijumpai pada Tools > Internet Options > Content. Sehingga akan membantu dalam menyaring bahasa, kekerasan dan situs khusus dewasa yang berada di internet.

9.   Kenali situs sesuai dengan usia anak anda. Anda dapat memilihkan beberapa situs-situs yang cocok untuk usia anak anda, beberapa situs seperti film, musik, pengetahuan dan lain-lain yang dapat disesuaikan dengan usia anak anda.

Pentingnya Internet Bagi Anak

Kini internet telah menjadi suatu kebutuhan tersendiri karena banyaknya manfaat dan fasilitas yang dapat diambil darinya. Salah satunya adalah fasilitas e-mail, yang kini telah menduduki peran yang signifikan dalam komunikasi baik secara personal maupun secara instansi dan lembaga. E-Commerce pun telah menjadi alternatif lain dari dunia bisnis.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, terkadang masih ada beberapa hal yang mungkin lepas dari perhatian kita. Karena begitu mudahnya informasi didapat oleh siapa saja yang dapat mengakses internet. Maka anak-anak pun, tanpa bimbingan dan pengarahan yang tepat, pasti akan terimbas oleh dampak negatifnya.
Menurut Dr. Howard Gardner dari Harvard University, Amerika Serikat, pada diri seorang anak biasanya terdapat tujuh kemampuan (intelegensi). Tujuh intelegensi itu meliputi:
a. Kemampuan dasar seseorang, yaitu bahasa atau linguistik;
b. Kemampuan logika yang mencakup rasionalitas, mengurutkan kejadian atau menarik hubungan antara simbol yang satu dengan lainnya;
c. Kemampuan visual, yaitu kemampuan berpikir berdasarkan gambar, ruang, atau bentuk;
d. Kemampuan musikal atau ritme;
e. Kemampuan mengendalikan atau meningkatkan fisiknya;
f. Kemampuan interpersonal, yaitu kemampuan berhubungan dengan orang lain; dan
g. Kemampuan intrapersonal, yaitu kemampuan untuk kewaspadaan diri.

Dengan mengacu pada ketujuh kemampuan tersebut, teknologi internet yang diajarkan dengan tepat dan benar akan dapat meningkatkan minimal empat kemampuan. Tak heran bila beberapa sekolah dasar swasta terkemuka di Indonesia sekarang ini mulai memasukkan pelajaran komputer sebagai pelajaran wajib. Bahkan beberapa di antaranya sudah mulai mengajarkan internet kepada siswa kelas 3 SD. Di sekolah tersebut, anak dipandu untuk mempelajari internet. Mereka memiliki pembimbing yang menunjukkan berbagai hal positif dari internet.

Anak yang tidak diberi pengertian dan pelajaran mengenai internet, kebanyakan akan mendapatkannya dari teman-teman sebayanya. Bila demikian, maka tidak jarang hal-hal negatif yang terlebih dahulu terekam dalam otaknya. Tentu hal ini tidak diharapkan akan terjadi.
Kebanyakan anak memiliki keingintahuan yang besar. Mereka antusias dan siap mencoba segala hal baru. Sementara itu, teman-teman mereka juga akan dengan bangga menunjukkan apa yang diketahuinya, terutama hal-hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya, termasuk hal-hal yang negatif.
Untuk masa sekarang, keharusan menyediakan fasilitas internet untuk semua sekolah tentu masih belum dapat dilakukan. Hal ini mengingat penyediaan komputer beserta modemnya masih membutuhkan anggaran yang besar. Untuk menyikapinya, sekolah yang belum bisa menyediakan fasilitas internet bisa mencoba untuk mendapatkannya melalui kerja sama dengan pihak ketiga seperti perusahaan penjual komputer dan lembaga kursus komputer.

Dampak Internet pada Anak Usia Sekolah Dasar


Internet merupakan hal yang telah dikenal banyak kalangan di zaman modern ini, karena penerapan internet di Indonesia mulai berkembang, mulai dari penerapan dalam bidang Industri, Sosial, dan Pendidikan.
Salah satu kegunaan internet yaitu dapat mempermudah menyelesaikan suatu pekerjaan, jadi bagi anda yang butuh informasi anda hanya memasukkan kata kunci/keyword pada Search Engine, maka akan banyak sumber referensi yang anda dapat.
Tetapi di Indonesia ini, sekarang juga sudah banyak anak dibawah umur mengakses Internet, mulai dari siswa/siswi Sekolah Dasar sampai tingkat SMA. Internet di dapatkan oleh anak-anak dengan mudah, dapat menggunakan Komputer, Laptop, Handphone atau Gadget lainnya yang dapat mengakses internet. Apabila seorang anak yang tidak memiliki Gadget mereka dapat menikmati fasilitas Internet dengan menyewa Komputer di Warnet. Tetapi anak-anak yang mengakses internet pun belum mengetahui betul apa dampak yang di timbulkan dari penggunaan Internet.
Berikut saya sajikan dampak Positif dan Negatif Internet bagi Anak Usia Sekolah Dasar

1. Dampak Negatif

Anak mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet.
Aneka macam materi yang berdampak negatif pun bertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Bahkan, melalui internet orang juga melakukan penipuan dan pencurian.
Perkembangan teknologi internet yang semakin pesat dewasa ini telah memunculkan kekhawatiran diantara para orangtua dan guru akan ekses pada anak-anak. Kemudahan untuk mendapatkan akses atau sambungan langsung ke internet bahkan didapat semudah membeli sebungkung kembang gula. Bukan pemandangan yang asing saat ini melihat serombongan siswa berusia dibawah dua belas tahun berkumpul di sebuah warnet. Sebagian besar mereka bermain game on line hingga berjam-jam. Tidak sedikit pula yang mengakses berbagai alamat situs di internet.
Salah satu bukti adanya dampak negatif dari penggunaan internet yaitu terdapat situs berita di internet yang mengabarkan seorang siswa SD ketahuan oleh guru memiliki video porno dalam ponselnya. Dari mana seorang anak kecil mendapat material dewasa itu? Pertanyaan itu mungkin dapat mudah dijawab jika kita melihat bertebarannya warung internet (warnet) di lingkungan kita. Dan mungkin di sekeliling kita pun banyak yang terkena dampak negatif dari internet itu.
Selain itu sebuah studi di Kanada menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet. Hal-hal seperti itulah yang akan sangat berbahaya bagi perkembangan anak, sekarang dan di masa yang akan datang. Meski demikian, mengajarkan internet bagi anak, di zaman sekarang merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, harus ada keterlibatan orangtua dalam mengawasai hal ini.

2. Dampak Positif

Dunia internet semakin berarti bagi anak-anak. Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet, diantaranya:
1. surat menyurat (e-mail), fasilitas ini sudah sering kali kita dengar karena dengan fasilitas ini tidak hanya untuk saling mengirim pesan yang pnjang tapi juga dapat digunakan untuk mengirim tugas dalam proses belajar,
2. berbincang (chatting), fasilitas ini memungkinkan seseorang untuk saling berkomunikasi satu sama lainnya, dan bisa menambah teman dari berbagai belahan dunia,
3. mengambil/mengirim informasi (download/upload), berbagai informasi mengenai apapun dapt diperoleh melalui internet, selain itu kita pun dapat turut andil dengan mengirimkan (upload) informasi-informasi penting yang kita ketahui,
4. menggunakan teknologi “teleconference” (konferensi interaktif secara on line dari jarak jauh), karena dapat menghemat waktu, tenaga pengajar, kapasitas ruang belajar serta tidak mengenal letak geografis,
5. mendapatkan hiburan, tidak hanya bagi orang dewasa, namun siswa sekolah dasarpun telah mengenal dan memanfaatkannya meski seringkali hanya untuk mendapatkan kesenangan,
6. Internet juga dapat dimanfaatkan untuk memupuk semangat belajar secara mandiri pada anak, misalnya dengan memanfaatkan software yang menarik untuk menggugah minat anak belajar. Isi atau materi pelajaran yang menarik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang penuh dengan kegembiraan. Sekaligus menghindarkan anak dari rasa tertekan saat belajar karena menganggap pelajaran sulit dan menakutkan, dan sebagainya.
 
Support : Sesepuh-ilmu | IT-CLUB SMANTAS | maskolis
Copyright © 2013. Edutech Bonlap's - All Rights Reserved
Template Designed by Farhan Faturrochman
Proudly powered by Blogger